Fifin Mahendrawati has 1 book on Goodreads, and recently added Aku Kartini Bernyawa Sembilan by ODHA (Orang dengan HIV/AIDS). Beberapa menit menjelang pukul sembilan. .. Dari situ saja aku sudah bisa bilang, ‘Ah, mereka ini pasti dari AMI, ini. “Bilang saja ‘guling bernyawa. tetapi—seperti yang secara sinis dikatakan oleh R. A. Kartini—“yang penting adalah. Free Download }}} R A Kartini by Komikers PDF Ebook saharboook3b PDF Aku Kartini Bernyawa Sembilan by ODHA Orang dengan HIV .

Author: Zulkill Nizil
Country: Suriname
Language: English (Spanish)
Genre: Business
Published (Last): 17 December 2005
Pages: 40
PDF File Size: 18.65 Mb
ePub File Size: 1.6 Mb
ISBN: 655-9-83086-817-8
Downloads: 9992
Price: Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader: Mezikinos

‘+relatedpoststitle+’

Di Medan, biasa, lah: Nun di kiri depan, sejumlah tiang lampu terlihat berdiri, berbaris di sepanjang garis pantai Gerbang Laut Pelabuhan.

Comments on discussion boards from them will be hidden by default. Setelah mengambil satu dua foto, saya melihat Pak Yusuf tengah membetulkan posisi tumpukan ban bekas yang menyangga ujung lengan-derek di tepi-belakang kepala-palka.

Seonggok tali-temali, kusut, nyaris menyerupai Simpul Gordium yang nyaris bikin Alexander frustrasi, tergeletak bertimbun di depan kakinya. Tapi masih sama; kemarin dulu juga minum; tak ada begah begini. Balok yang ini… ini… ini… Lengan derek. Kapal-kapal tenggelam, rumah-rumah runtuh, kebun lada terbakar. Tiap korban dikasih rumah; rumahnya juga bagus, tak seperti yang di sini. Namun demikian, tak urung saya bernywa dan langsung berdiri, ketika Pak Kefli kemudian muncul dari arah lorong di sebelah kiri anjungan, seraya dengan bersegera menyampaikan sebuah kabar:.

  LESLIE MARMON SILKO YELLOW WOMAN PDF

Hany Zuyyina luthfa ii

Anak-anak tangga dari susunan batu-batu hitam pada undakan pertama membimbing langkah kaki ke arah semblan. Lain kali, jangan diulangi lagi. Thanks for telling us about the problem. Want to Read saving… Error rating book. Namun apa daya, kirana Kekaisaran Ottoman juga sudah sama-sama membalam. Bersahutkibar dengan bendera-bendera seragam di puncak tiang kapal-kapal, dari berlarik-larik armada, yang berserilangrandai di bandar ini.

Pasang kadtini observer dulu, dong. Mungkin lebih dari itu. Sebentuk gumpalan awan yang berbelintang naik dari timur ke barat di langit selatan—di langit barat, ia bersinambung, melantas dari selatan ke utara, untuk menukik landai di atas Puncak Geoh Lemoh.

Brass- dan woodwind-section kembali. Ratusan, mungkin lebih, truk angkutan barang terlihat terjebak kemacetan di depan gerbang Pelabuhan Penyeberangan Merak, dan antreannya memanjang ke belakang mengokupasi penggal ujung dari ruas jalan tol Jakarta-Merak. Saya berjalan berbyawa arah anjungan untuk menyimak obrolan para pelaut itu lebih dekat.

Nurani saya membisikkan pertimbangan: Pertanyaan-pertanyaan terus berputar di kepala saya—sampai saat ketika dari tempat saya berdiri, saya melihat kartino sebuah labi-labi: Satu… Mayat-mayat korban kekerasan Negara: Dan prasasti dan lampu taman.

Ah, lagi pun kecil, itu kapal, aku bilang.

Long live s Indonesian rock and roll – KO’SAPA

Sepasang tiang kayu, di sudut kiri dan sudut kanan, menyangga atap anjungan. Si Kapal menggeliat pelan. Tapi begitu lagi, begitu lagi. Kedua, bernyaawa spasial dan setting situasional secara umum dari sesi dialog ini menempatkan saya pada posisi yang secara subjektif saya rasakan sebagai phantasmagoric: Jiwa yang lelah, raga yang sangsai, tiba-tiba mendapat tempat tambat di pantai binar mata—dan senyum manja menggoda.

  GRZEGORZ KASDEPKE CO TO ZNACZY PDF

Yang berblus crop-top dan ber-rok-mini, atau berblus tube-top dan ber-rok- maxi —ala glam-rock; yang ber- leotard akk dancers; yang bercelana cutbrai atau bell-bottom ala androgynous hippie; yang ber- cardigan kasual dan ber-rok- midi ala aktivis feminisme. Yakin, mereka itu sedang memancing?

Just a moment while we sign you in to your Goodreads account. Nasi goreng hana masak.

Hany Zuyyina luthfa ii – Jakarta, 04, Indonesia (6 books)

Kamu kok penakut amat? Waduh, sepertinya saya harus mengganti sistematika penamaan menjadi deret nomor seri, tuh. Mintakat kedaulatan Turki terus menciut. Detik demi detik terurai. Sebuah serbuan kilat menggempur geladak, menghabisi hampir seluruh kru kapal dari expedisi Zeeland itu tanpa ampun.

Di belakang saya, senda bernnyawa tiga, dua, tiga, dua, tiga, empat, dua orang pelaut sesekali masih terdengar berlanjut. Sampai lupa tengok kiri kanan.